Showing posts with label Psikologi. Show all posts
Showing posts with label Psikologi. Show all posts

19 Bahaya Banyak Pikiran (Cara Agar Tidak Terlalu Banyak Pikiran)

Tujuan berpikir adalah untuk memudahkan kehidupan, atau memecahkan suatu masalah. Dalam menjalani kehidupan ini, tentunya seseorang dituntut untuk dapat berpikir dengan baik.

Namun, jika terlalu banyak pikiran justru akan berdampak buruk bagi kesehatan dan psikologi jiwa.

Ilustrasi Banyak Pikiran
Ilustrasi Banyak Pikiran | Photo credit: Pxhere.com

Berpikir secara berlebihan tidaklah baik. Saat banyak berikir, kita sering bertanya-tanya pada diri sendiri tentang hal yang harus dilakukan. Apabila tidak menemukan jawabannya, maka kita akan terus-menerus memikirkannya.

Salah satu penyebab banyak pikiran adalah rasa khawatir yang berlebihan pada diri seseorang. Khawatir boleh, namun jika rasa khawatir berlebihan dapat menyebabkan stres dan banyak pikiran.

Akibat Terlalu Banyak Pikiran

1. Sakit Kepala

Terlalu lama atau banyak berpikir bisa memicu sakit kepala. Berpikir keras dapat menyebabkan kelelahan fisik maupun mental, yang kemudian memunculkan rasa sakit kepala.

Sakit Kepala
Photo credit: Pixabay.com

Pada artikel berjudul Gangguan Psikosomatis, Ketika Pikiran Menyebabkan Penyakit Fisik -- Alodokter.com menyebutkan bahwa kondisi pikiran tertentu dapat memengaruhi tubuh, hingga bisa memunculkan penyakit ataupun memperparah kondisi penyakit yang sedang dialami.

Kondisi fisik dapat memburuk akibat faktor mental, seperti banyak pikiran, rasa cemas dan stres.

Bagaimana Pikiran Memengaruhi Penyakit?
Perlu diketahui, pikiran bisa mengakibatkan munculnya gejala fisik. Misalnya saat seseorang merasa cemas atau takut, maka dapat bisa menimbulkan gejala berupa peningkatan denyut jantung, rasa mual, palpitasi (jantung berdebar-debar), berkeringat, gemetaran, sakit kepala, sakit perut, sakit dada, dan beberapa lainnya.

Akibat banyak pikiran (atau semacamnya) menyebabkan peningkatan aktivitas impuls saraf dari otak ke berbagai bagian tubuh. Selain itu, terjadi pelepasan adrenalin ke dalam aliran darah yang berpotensi menimbul gejala fisik seperti sakit kepala dan lainnya.

Hanya saja, sampai masa ini ilmuwan belum mengetahui secara jelas tentang bagaimana persisnya pikiran bisa menyebabkan gejala fisik.

Dugaan sementara adalah akibat impuls saraf yang arahnya menuju ke berbagai bagian tubuh, atau otak yang diduga bisa memengaruhi sel-sel tertentu dari sistem kekebalan tubuh. Namun, lagi-lagi teori ini masih belum dapat dipahami secara sempurna tentang kebenarannya.

Intinya, kondisi mental (seperti banyak pikiran) bisa mempengaruhi kondisi fisik seseorang. Bahkan fakta dan realitanya menunjukan bahwa orang-orang yang berpikir terlalu berat umumnya akan mengalami sakit kepala.

2. Susah Tidur

Banyak pikiran yang terus berlanjut hingga malam hari, bisa menyebabkan Anda akan kesulitan untuk tidur. Kondisi jiwa yang tidak tenang menyebabkan Anda tidak nyaman saat merebahkan badan.

Ilustrasi Susah Tidur
Ilustrasi Susah Tidur | Photo credit: Jbsa.mil

Ada banyak penyebab susah tidur, stres dan banyak pikiran menjadi alasan yang paling umum disebutkan. Ingat, gangguan tidur yang terlalu sering akan menyebabkan bahaya besar bagi kesehatan.

Anda harus melepaskan rasa khawatir dan pikiran-pikiran yang membelenggu saat memasuki waktu tidur. Jika ingin merencanakan sesuatu atau memecakan suatu masalah, maka lakukan-lah pada pagi hari setelah tidur.

Jangan membuat pikiran terlalu aktif saat mendekati waktu tidur, justru yang harus Anda lakukan adalah membuat rileks tubuh dan pikiran.

Agar Anda rileks saat tidur, maka 60 menit sebelum tidur hindari penggunaan komputer, laptop, TV ataupun gadget. Cahaya yang ditangkap oleh mata menyebabkan Anda sulit tidur.


3. Lambung Terasa Sakit (Maag)

Banyak pikiran umumnya akan memicu stres. Ketika stres sering melanda menyebabkan produksi asam lambung meningkat. Ketika seseorang banyak pikiran atau stres ditambah dalam kondisi lapar, akan menyebabkan gangguan pada lambung.

Ilustrasi Sakit Maag
Ilustrasi Sakit Maag | Photo credit: Freegreatpicture.com

Pada laman tanya-jawab Alodokter berjudul Apa Hubungan Stres dengan Asam Lambung?, seorang bernama Syifa Adza bertanya tentang hubungan stres dan asam lambung.

dr. Tri Permatadewi menjawab, seperti diketahui lambung memiliki asam lambung untuk mencerna makanan di dalam tubuh, sehingga setelahnya makanan lebih mudah dicerna di usus.

Fungsi lainnya dari asam lambung yaitu menangkal serangan kuman ke dalam saluran pencernaan.  Dimana umumnya mikroorganisme tidak tahan asam.

Untuk melindungi dirinya sendiri, lapisan mukosa lambung dilapisi dengan lapisan seperti jel, hal ini bertujuan supaya asam lambung yang dihasilkan tidak melukai permukaan mukosa lambung.

Peneliti menjelaskan bahwa hingga sekarang belum ditemukan bukti ilmiah yang cukup kuat tentang hubungan stres dan peningkatan asam lambung. Yang ada malah sebaliknya, ketika seseorang mengalami stress maka asam lambung yang dihasilkan cenderung menurun.

Namun ketika stress, tubuh seseorang akan lebih sensitif, menyebabkan asam lambung yang diproduksi dalam jumlah normal, namun tubuh meresponnya secara berlebihan sehingga menyebabkan rasa tidak nyaman pada lambung.

Teori lainnya menjelaskan ketika seseorang sedang stress, maka lapisan pelindung mukosa lambung akan lebih rentan (lemah), sehingga asam lambung akan berpotensi besar untuk mengiritasi lapisan lambung, sehingga menimbulkan rasa nyeri. (tanya-jawab tahun 2015)

4. Menurunnya Daya Ingat

Berpikir terlalu keras hingga menyebabkan stres, jika terlalu sering terjadi bisa berdampak buruk pada kemampuan memori otak.

Ilustrasi Memori Otak
Ilustrasi Memori Otak | Photo credit: Flickr.com

Pada tulisan berjudul Hati-Hati, Stres Kronis Bisa Turunkan Daya Ingat -- Merdeka.com menyebutkan sebuah penelitian tahun 2010 yang menemukan bahwa kondisi stres (karena banyak pikiran, dll) dapat menurunkan daya ingat seseorang.

Bagian ingatan yang terserang adalah ingatan spasial yang berfungsi dalam membantu Anda mengingat lokasi dan mengaitkannya dengan obyek tertentu. Contohnya yaitu lupa dalam menaruh kunci mobil, ini sering terjadi ketika Anda banyak pikiran dan stres.

Peneliti dari University of Lowa menemukan adanya hubungan hormon stres kortisol dengan penurunan kemampuan memori jangka pendek.

Penelitian tersebut dipublikasikan di Journal of Neuroscience, menjelaskan bahwa hormon kortisol dapat mengurangi sinapsis, dampaknya akan menimbulkan gangguan pada memori otak.

Dengan begitu, banyak pikiran yang hingga memicu stres, dapat menyebabkan penurunan kemampuan daya ingat, setidaknya dalam jangka pendek.

5. Sesak Nafas 

Stres karena terlalu banyak berpikir bisa menyebabkan peningkatan tekanan di bagian sekitar wajah dan kepala. Hal ini bisa memicu timbulnya sesak nafas.

Sesak Nafas
Photo credit: Meduniver.com

Pada laman tanya-jawab berjudul Sesak pada Dada Saat Banyak Pikiran -- Alodokter.com, dr. Tessi Ananditya menjelaskan bahwa stres merupakan sinyal dari kondisi tubuh yang merasakan adanya bahaya.

Ketika seseorang merasa terancam, maka reaksi kimia di tubuh menyebabkan dirinya berbuat sedemikian rupa untuk menghindari bahaya.

Pada kondisi stres (karena pikiran berat, dsb) maka jantung akan berdebar lebih kencang, otot lebih mengeras, napas lebih cepat, dan tekanan darah meningkat.

Gejala stres bisa bermacam-macam, salah satunya mungkin menimbulkan rasa sesak di dada. Pada dasarnya ini bukanlah sebuah penyakit, namun hanya reaksi tubuh terhadap kondisi pikiran yang tertekan.

loading...

6. Jerawat pada Kulit Wajah

Pada artikel berjudul Banyak Pikiran dan Stres Bikin Kulit Gampang Jerawatan -- Vemale.com, menyebutkan bahwa Anda perlu waspada jika terlalu sering mengalami banyak pikiran ataupun pikiran yang sumpek, karena bisa menggerogoti kesehatan, bahkan juga berdampak buruk pada kulit Anda.

Jerawat

Jika seseorang memiliki wajah mulus, tapi secara tiba-tiba timbul jerawat tanpa penyebab yang jelas. Mungkin penyebabnya adalah stres atau banyak pikiran (jika beberapa hari sebelumnya Anda banyak masalah atau pikiran).

Sebuah penelitian yang dipublikasikan di Psychosomatic Medicine menemukan bahwa 41 persen responden yang stres mengalami peningkatan jumlah protein dalam darah. Dampaknya kulit lebih rentan terkena masalah radang, yang akhirnya menimbulkan jerawat satu persatu.

Selain kulit berjerawat, dampak lainnya adalah kulit gatal, kulit cenderung kering, ataupun kulit mengalami kemerahan.

Maka sangat penting agar selalu menenangkan pikiran, jalani hidup dengan pikiran yang tenang. 

7. Wajah Menjadi Kusut

Selain memicu timbulnya jerawat, terlalu banyak berpikir akan menguras stamina dan menimbulkan rasa lelah dan rasa ngantuk, hal ini berdampak pada wajah yang menjadi kurang fresh, bahkan kurang enak dilihat.

8. Darah Tinggi

Banyak pikiran hingga sres bisa memicu resiko penyakit darah tingggi. Hipertensi dipandang oleh umumnya orang sebagai indikasi meningkatnya ketegangan, rasa tertekan, kecemasan, stres emosional, ataupun rasa khawatir.

Hipertensi
Photo credit: Shutterstock.com

Sebagian pihak menyebutkan bahwa pasien dengan hipertensi ditandai dengan meningkatnya perasaan cemas, adapun yang lain mengklaim bahwa perasaan marah dan tertekan lebih umum sebagai penyebab.

Banyak pikiran, rasa cemas ataupun stres terkait dengan peningkatan tekanan darah sementara, namun bukan tekanan darah tinggi kronis.

Rasa cemas menyebabkan peningkatan denyut jantung dan penurunan diameter pembuluh darah, kedua hal ini mengakibatkan peningkatan tekanan darah.

Dampak stres, cemas ataupun banyak pikiran terhadap tekanan darah masih dipertanyakan, walaupun memang hal itu sering disebut-sebut sebagai penyebab tekanan darah tinggi.

Melonjaknya tekanan darah tinggi secara tiba-tiba walaupun hanya berlangsung sebentar, memiliki bahaya yang hampir sama saja dengan masalah peningkatan tekanan darah kronis.

Hal itu karena peningkatan tekanan darah (baik yang sementara ataupun kronis) beresiko menyebabkan kerusakan pada organ jantung, pembuluh darah dan ginjal.

Hal ini bisa diperburuk dari kebiasaan orang yang sedang banyak pikiran dan stres mengonsumsi hal-hal berbahaya seperti rokok, minuman beralkohol, dsb.


9. Badan Menjadi Kurus

Terlalu banyak pikiran bisa menyebabkan tubuh menjadi kurus. Faktanya bahwa banyak pikiran menyebabkan seseorang kehilangan sebagian besar nafsu makannya.

Ilustrasi Seorang Lelaki Bertubuh Kurus
Gambar: Ilustrasi Seorang Lelaki Bertubuh Kurus

Selain itu, karena sangat banyak energi yang digunakan untuk berpikir, dampaknya nutrisi yang seharusnya digunakan untuk membangun tubuh secara umum dialihkan ke otak, sehingga tubuh akan cenderung kurus.

Banyak dari para programmer, penulis, dan profesi lainnya yang menuntut banyak berpikir, umumnya memiliki tubuh yang kurus.

Otak dipaksa untuk berpikir keras sehingga mengakibatkan energi tubuh banyak terkuras.

10. Depresi

Bahaya besar dari terlalu banyak berpikir adalah depresi. Selalu memikirkan hal-hal yang sangat berat bisa menimbulkan gangguan mental dan suasana hati yang sering berubah.

Dampak depresi tidak hanya mempengaruhi kondisi mental, namun juga bisa berbahaya untuk kesehatan tubuh secara umum. Ditambah lagi banyak pikiran akan membuat tubuh menjadi sangat lelah.

11. Gangguan Libido

Banyak pikiran hingga memicu stres kronis, ternyata dapat mempengaruhi produksi estrogen yang berfungsi menjaga kestabilan organ reproduksi.

Produksi estrogen harus berjalan dengan baik, karena ketika produksi estrogen terganggu, menyebabkan libido terkena imbasnya, sehingga mengakibatkan seseorang tidak mempunyai gairah hubungan intim.

12. Sembelit

Akibat ketidakseimbangan hormon karena banyak pikiran, bisa menyebabkan seseorang mengalami gangguan BAB (susah buang air besar).

Apabila Anda mengalami masalah ini, maka cukupi konsumsi cairan sesuai kebutuhan, pastikan Anda mengonsumsi serat, jika kondisinya buruk maka konsumsi obat pelancar buang air besar.

13. Rambut rontok

Laman Lifestyle.Kompas.com menyebutkan bahwa stres (karena banyak pikiran, dsb) dengan rambut rontok mempunyai hubungan sebab-akibat. Banyak pihak yang beranggapan bahwa stres bisa memicu rambut rontok.

Rambut Rontok
Photo credit: Shutterstock / by:szefei

Daniel K. Hall-Flavin, M.D, psikiater dari Mayo Clinic menjelaskan bahwa ada keterkaitan antara kondisi stres dan rambut rontok.

Alopecia areata merupakan kondisi rambut rontok yang biasanya terjadi pada area yang berbatasan tegas, seperti kulit kepala. Salah satu penyebab alopesia areata adalah stres yang berkepanjangan.

Mereka yang mengalami alopecia areata, sel darah putih di dalam tubuh menyerang bagian folikel rambut, menghambat pertumbuhan rambut, hal ini akhirnya menyebabkan rambut rontok.

Masalah rambut rontok karena stres atau banyak pikiran, pada dasarnya tidak bersifat permanen. Apabila Anda dapat menjaga dan mengendalikan pikiran Anda agar selalu tenang, maka besar kemungkinan rambut bisa tumbuh kembali.

14. Menurunkan Kebahagiaan

Termasuk salah satu yang membuat banyaknya pikiran di kepala adalah kebiasaan menghayal. Kegiatan menghayal dalam waktu lama perlu dihindari.

Ilustrasi Tidak Bahagia
Photo credit: Pexels.com

Pada tulisan berjudul Bahaya Sering Berkhayal -- Tribunnews.com menyebutkan sebuah penelitian yang menemukan bahwa orang-orang yang sering melamun (berkhayal) akan cenderung kurang bahagia dibandingkan dengan orang-orang yang fokus dengan realitas kehidupannya.

Melamun dapat terjadi kapanpun, serta dimana saja seperti tempat kerja, stasiun kereta, kamar mandi, bus, dll.

Sayangnya jika isi pikiran diisi dengan hal-hal berupa “dunia khayalan”, maka peneliti sudah menjelaskan bahwa hal tersebut hendaknya diminimalisir

Peneliti kebahagiaan Dr Matt Killingsworth dari Harvard University mendesain sebuah program (aplikasi ponsel) untuk digunakan oleh para responden selama dalam jangka waktu yang ditentukan, tujuannya untuk mengetahui hal-hal yang menjadi dampak jangka panjang dari berkhayal.

Adapun program aplikasi yang dibuat tersebut berisi pertanyaan harian, diantaranya apa saja yang Anda lakukan? Bagaimana perasaan Anda? Apakah Anda memikirkan hal lain dari apa yang sedang Anda lakukan?

Program ini diberikan kepada ribuan responden, hasilnya disimpulkan bahwa berkhayal tentang hal-hal yang netral atau negatif menyebabkan seseorang merasa kurang bahagia, dan dapat merusak mood seseorang.

Adapun berkhayal tentang hal yang indah-indah ternyata tidak dapat meningkatkan suasana hati sedikit pun.

Killingsworth mengatakan, "Imajinasi kita tidak akan pernah bisa menyamakan kebahagiaan dari sesuatu yang nyata.”

Kesimpulanya, melamun ataupun berkhayal pada dasarnya tidak berbahaya, dimana terdapat 96% dari seluruh orang dewasa yang melakukannya secara teratur.

Akan tetapi, jika terlalu lama berkhayal akan menyebabkan Anda kurang menikmati “saat ini”.

Melamun hingga 30 menit akan mengganggu aktivitas sehari-hari. Kondisi ini telah dikategorikan sebagai gangguan kesehatan mental karena merugikan dan sifatnya yang adiktif.

15. Resiko Ketergantungan pada Obat Penenang

Tidak jarang mereka yang mengalami overthink (banyak pikiran) akan mengalami masalah insomia (gangguan tidur), yang kemudian “tergoda” untuk mengonsumsi obat penenang.

Ilustrasi Obat-obatan
Photo credit: Pixabay.com

Orang-orang yang mengalami gangguan pikiran dan susah tidur, seringkali mengatasinya dengan cara menggunakan obat-obat tertentu untuk menenangkan dirinya, yang diharapkannya bisa memberikan hasil instan.

Sering menggunakan obat penenang dan obat semacamnya bukanlah hal yang dianjurkan. Walaupun memang bisa memberikan rasa kantuk bagi penderita insomnia, namun penggunaannya dalam jangka panjang dapat membahayakan kesehatan.

16. Meningkatkan Resiko Serangan Jantung

Terlalu banyak pikiran bisa membahayakan kesehatan jantung, bahkan terdapat beberapa kasus kematian yang disebabkan karena banyak pikiran berat.

Ilustrasi Serangan Jantung
Photo credit: Army.mil

Tidak mampunya mengelola manajemen pikiran bisa berdampak sangat buruk. Oleh karena itu, selalu kondisikan diri dan jiwa Anda agar selalu stabil.

Atur dengan baik semua kegiatan, seperti pekerjaan kantor, tugas, problematika keluarga, ekonomi hingga percintaan.

17. Menurunnya Imunitas Tubuh

Berpikir boleh-boleh saja, tapi tetap harus dalam porsi yang wajar. Berpikir merupakan fungsi luar biasa yang diberikan oleh Allah pada manusia.

Photo credit: Flickr.com

Namun, fenomena di zaman sekarang yaitu manusia menggunakan pikiran jauh lebih banyak daripada otot tubuhnya. Dengan dua kaki dan dua tangan, sebenarnya tubuh manusia diciptakan untuk lebih banyak bergerak daripada diam.

Adanya alat supercanggih menyebabkan otak lebih diprioritaskan (secara berlebihan) daripada gerak badan. Hal ini menyebabkan berbagai masalah mulai menghampiri tubuh manusia.

Otak, dalam keilmuan kesehatan holistik, merupakan organ istimewa yang luar biasa, yang bisa memengaruhi semua bagian sistem organ secara langsung.

Kondisi pikiran sangat berpengaruh pada kesehatan. Apabila terlalu banyak menggunakan pikiran, maka stres pun bisa muncul.

Banyak pikiran bisa memengaruhi kinerja limpa-lambung. Mungkin saja ketika Anda memikirkan sesuatu hal yang berat dan berkepanjangan maka setelah itu Anda merasa kurang nafsu makan.

Apabila limpa lambung lemah, maka transformasi makanan terganggu. Makanan diubah menjadi sari halus makanan lalu diangkut keatas oleh limpa.

Apabila fungsi limpa melemah maka peredaran energi di dalam tubuh terhambat. Hal inilah yang menyebabkan ketika seseorang banyak pikiran dan stres, akan merasa lemas tak berdaya.

Peredaran darah dan energi yang melambat di dalam tubuh, akhirnya juga berdampak buruk pada kemampuan immunitas tubuh yang menurun.

Dampak dari menurunnya sistem kekebalan tubuh menyebabkan tubuh akan lebih rentan untuk terkena penyakit.

18. Sulit Konsentrasi

Pikiran yang terlalu banyak bisa membuat Anda akan sulit untuk fokus atau konsentrasi pada satu hal. Disinilah Anda harus melatih diri dalam bekerja / memikirkan permasalahan secara satu per satu, jangan semuanya sekaligus alias “multitasking “.

Ilustrasi Susah Konsentrasi
Ilustrasi Susah Konsentrasi | Photo credit: Shutterstock.com/by Ollyy

Berpikir pada banyak hal sekaligus dalam satu waktu, pastinya akan membuat Anda sulit berkonsentrasi.

Selain itu, banyak pikiran akan cenderung menimbulkan perasaan cemas. Jiwa seseorang yang merasa cemas akan membuat dirinya kesulitan dalam berkonsentrasi.

Kondisi suasana hati yang gelisah juga membuat pikiran sulit fokus untuk satu hal.

Apabila Anda tidak bisa berkonsentrasi karena rasa terlalu khawatir ataupun gelisah, maka berhentilah melakukan pekerjaan Anda sementara, dan lakukan sesuatu yang menyenangkan untuk menghapus ketegangan di pikiran Anda.

19. Berbagai Dampak Banyak Pikiran Menurut Dr. Elly Ingkiriwang, SpKJ

Pada sebuah laman tanya-jawab Health.Detik.com Dr. Elly Ingkiriwang, SpKJ menjelaskan bahwa ketika seseorang memiliki masalah dan memikirkannya terus-menerus bisa menyebabkan pusing.

Jika sering pusing maka akan mempengaruhi kesehatan tubuh. Umumnya berupa sakit maag karena asam lambung jadi meningkat.

Selain itu bisa terjadi 'tension headache' yang membuat orang merasa tegang dan sakit kepala seperti diikat kepalanya.

Berbagai dampak dari banyak pikiran lainnya yaitu gangguan tidur, gangguan makan, sulit konsentrasi, dan semuanya tentu sangat mengganggu kesehatan dan aktivitas sehari-hari.

Dr. Elly Ingkiriwang, SpKJ adalah seorang Psikiater di Psychiatric Clinic, Royal Progress International Hospital, Danau Sunter Utara, Sunter Paradise I, Jakarta 14350. Serta Staf pengajar di Jurusan Kesehatan Mental Fakultas Kedokteran Ukrida Jakarta.

Cara Menghilangkan Kebiasaan Banyak Berpikir 

Semua orang pastinya memiliki tugas dan beban hidupnya masing-masing. Berbagai tekanan yang ada seperti saat di kampus, kantor, pabrik, dan lainnya.

Sehingga sangat penting menjaga cara berpikir yang baik, karena kalau tidak Anda bisa mengalami overthinking, sehingga berdampak buruk bagi kehidupan dan kesehatan Anda sendiri.

Berikut cara agar tidak berpikir berlebihan:

1. Ambil Napas Dalam-Dalam

Mengambil napas dalam-dalam bisa memberikan efek relaksasi pada jiwa dan pikiran. Hal ini dapat membantu Anda untuk membebaskan diri pikiran-pikiran yang kusut.

Bernapas Dalam-dalam
Photo credit: Istockphoto.com by gehringj

Dengan mengambil napas dalam ini, bisa mengendurkan otot syaraf otak, yang membuat Anda bisa berpikir lebih jernih setelahnya.

Selain itu, dengan melakukan teknik pernapasan ini akan menghentikan Anda dari terlalu banyak berpikir, apalagi jika yang dipikirkan adalah hal-hal yang kurang penting.

Relaksasi menjadi kunci saat seseorang berada dalam situasi sulit. Biarkan tubuh dan otak Anda merasa lebih baik dengannya.

2. Jangan Terpaku pada Masa Lalu dan Masa Depan

Sebuah kesalahan jika sesorang terlalu banyak memikirkan hal-hal yang telah berlalu, atau terlalu banyak memikirkan masa depan. Padahal dirinya sedang berada di masa “sekarang”.

Ilustrasi Terlalu Banyak Berpikir
Photo credit: Pixabay.com

Memikirkan masa lalu, maka itu sudah berlalu sehingga tidak perlu sering dipikirkan. Yang terpenting adalah memikirkan tentang masa Anda sekarang ini.

Pikirkan hal-hal yang penting saja. Dengan memilih untuk memikirkan hal-hal yang penting saja, maka bisa membantu Anda untuk terbebas dari belenggu “banyak pikiran”.

3. Tulis Penyebab Anda Banyak Pikiran!

Renungkan sudah berapa lama Anda terlalu banyak berpkir? Nah, langkah awal yang perlu dilakukan adalah mencari akar masalah.

Ketahui apa saja yang membuat Anda menghabiskan waktu dengan banyak berpikir? Jika Anda menemukannya maka tuliskan di buku tulis.

Dengan menulis berbagai hal yang menjadi permasalahan Anda saat ini, maka hal ini berguna untuk memudahkan Anda dalam mengatasinya, karena terorganisasi dengan baik.

4. Jauhi Orang-Orang Berjiwa Negatif

Kebiasaan berteman dengan orang-orang yang berpikiran dan berjiwa negatif, akan berdampak buruk bagi diri Anda sendiri.

Hati-hati terhadap teman atau orang-orang yang suka memberikan ide-ide negatif, apalagi Anda larut dalam segala sesuatu yang mereka bicarakan. Hal ini berdampak pada masuknya pikiran yang tidak-tidak pada diri Anda.

Sebagai saran, carilah teman-teman dekat yang berjiwa optimis, dan sering mengeluarkan kata-kata yang positif, hal ini sangat membantu Anda untuk menghilangkan pikiran yang tidak perlu dan negatif.

5. Lakukan Olahraga

Ketika Anda banyak pikiran dan tiba-tiba galau, Anda perlu berolahraga untuk bisa menurunkan tingkat stres.

Olahraga
Photo credit: Pixabay.com

Pada penelitian yang melibatkan 33.000 orang dewasa, hasil penelitian menemukan bahwa 12 persen kasus stres atau depresi bisa dicegah dengan melakukan olahraga.

Sebaliknya, mereka yang malas untuk melakukan olahraga mengalami risiko terkena stres dan depresi yang lebih tinggi.

Anda bisa melakukan olahraga setiap hari selama 20-60 menit. Hal ini sudah cukup bagus untuk meredam rasa gelisah dan stres akibat banyak pikiran.

Olahraga yang dilakukan juga tidak mesti yang berat-berat, Anda bisa hanya dengan sekedar berjalan kaki, jogging, berenang, ataupun bersepeda.

Atau Anda bisa mencoba olahraga yang lebih ekstrem yaitu mendaki gunung. Berada di alam terbuka dan menyaksikan keindahan dan ketenangan disekitar Anda akan bermanfaat bagi kesehatan tubuh dan pikiran Anda.

6. Mintalah Saran

Jika energi Anda telah terkuras untuk berpikir, tapi orang lain bisa saja memberikan sudut pandang yang berbeda. Anda bisa mengamatinya dengan jelas.

Hal ini bisa Anda lakukan untuk membantu melepas pikiran yang mengganggu. Masukan yang baik dari teman-teman Anda bisa membuat Anda akan merasa lebih baik, setidaknya meringankan masalah Anda.

Selain itu, Anda tidak perlu menghabiskan terlalu banyak waktu dan tenaga untuk berpikir. Lagipula, berkumpul bersama teman-teman tidak melulu berpikir, kan?

7. Buat Daftar Praktis

Buatlah daftar praktis tentang hal-hal yang menggelayuti benak Anda. Anda bisa menulisnya di sehelai kertas atau di PC Anda.

Ilustrasi Daftar Ceklist
Photo credit: Flickr.com 

Jabarkan masalahnya terlebih dahulu, lalu tuliskan opsi-opsi yang bisa diambil. Lalu tuliskan pro dan kontra untuk tiap opsi.

Memindahkan pikiran Anda ke tulisan berguna untuk mencegah Anda berputar-putar memikirkannya.

Setelah Anda tidak bisa menuliskan apa pun lagi, maka berarti pikiran Anda telah menunaikan tugasnya, maka saatnya untuk berhenti memikirkannya karena Anda telah membuat polanya.

Sebagai saran, miliki kebiasaan untuk menulis di buku harian tentang hal-hal yang mengganggu Anda. Ini lebih baik daripada terus-menerus membiarkan otak Anda memikirkannya.

8. Miliki Daftar Tugas

Buat daftar tugas yang perlu Anda kerjakan pada hari ini (kecuali melamun), sehingga daftar tersebut merupakan prioritas bagi diri Anda.

Dengan adanya daftar ini akan membuat Anda sadar bahwa terdapat hal-hal lain yang lebih penting daripada berpikir yang tidak jelas.

9. Baca Buku

Daripada berpikir hal yang kurang bermanfaat, mendingan Anda membaca buku-buku yang bermanfaat bagi diri Anda. Temukan bidang bacaan yang Anda sukai.

Buku
Photo credit: Pexels.com

Membaca buku akan menambah pengetahuan dan wawasan Anda. Anda bisa membaca buku yang dapat meningkatkan skill berbisnis Anda, dan berbagai buku penting lainnya.

10. Minum Air Putih

Minum air putih sangat bagus untuk kesehatan tubuh. Bahaya dehidrasi salah satunya adalah menjadikan mood (suasana hati) menjadi buruk, apalagi ketika banyak pikiran yang memicu stres pikiran.

Minum banyak air putih akan membuat pikiran tenang dan lebih fresh. Selalu bawa bekal air putih saat pikiran panas, meminum-nya akan membuat pikiran lebih adem.

11. Tersenyum

Terbiasa tersenyum dapat membuat jiwa Anda lebih tenang. Tersenyum akan berdampak baik bagi pikiran dan perasaan Anda.

Anak Kecil Tersenyum
Photo credit: Pxhere.com

Tersenyum juga akan membuat hati Anda lebih bahagia, hal ini penting untuk melepaskan Anda dari banyak pikiran yang membelenggu.

12. Minum Teh

Untuk menenangkan pikiran maka minumlah teh hangat. Ketika banyak pikiran, maka Anda perlu untuk menemukan minuman yang menenangkan tapi menyehatkan.

Teh Hangat
Photo credit: Freegreatpicture.com

Saat pikiran kacau, luangkan waktu Anda sejenak untuk minum teh hangat, hentikan diri Anda dari berpikir hal yang benar-berat.

13. Gunakan Aromaterapi

Jika pikiran sedang kusut maka gunakan aromaterapi. Penggunaan aromaterapi menjadikan tubuh dan pikiran jauh lebih rileks.

Aromaterapi
Photo credit: Pixabay.com

Ada banyak orang yang stres pikiran hingga susah tidur, dengan menggunakan aromaterapi mampu membuatnya tidur cukup nyenyak.

Minyak lavender menjadi salah satu aromaterapi yang paling umum dan populer digunakan, membantu untuk meredakan pikiran stres. Sakit kepala juga dapat hilang dengan bantuan aromaterapi.

14. Lihat Pemandangan Alam yang Indah

Ketika Anda banyak pikiran dan susah untuk menghilangkannya, maka pergi ke tempat yang memiliki pemandangan alam yang indah bisa menjadi solusi brilian.

Pemandangan Alam
Photo credit: Wikimedia.org

Melihat pemandangan alam memiliki sensasi menyenangkan tersendiri, pikiran dan jiwa Anda akan lebih rileks, ditambah lagi dengan udara yang masih bersih.

Setelah melihat pemandangan alam dapat membuat Anda lebih tenang dalam berpikir.

18 Cara Jitu Agar Tidak Mudah Mengeluh

Sifat suka mengeluh ini harus diusahakan agar menghilang dari dalam diri, karena keberadaannya yang membuat jiwa menjadi malas, lemah  dan kerdil.

Orang yang suka mengeluh akan malas berusaha, sehingga kesuksesan akan susah didapatkan bagi orang yang tidak berusaha.

Semakin sering seseorang mengeluh maka dampaknya akan membuat energinya untuk berbuat semakin pudar, mengeluh akan mematikan idealisme dan motivasi dalam bekerja.

Mengeluh bisa menular pada orang lain sehingga bedampak buruk terhadap lingkungan, ketika seseorang mengeluh maka bisa memicu orang-orang di sektiarnya ikut mengeluh.

Oleh karena itu, mengeluh adalah hal yang harus segera dihidari agar tidak muncul di dalam jiwa.

Cara Agar Tidak Mudah Mengeluh

Cara Agar Tidak Mengeluh

1. Tingkatkan Kebiasaan Sehari-hari Anda Menjadi Lebih Baik
Diri manusia memiliki energi positif dan negatif yang saling bertarung. Menjaga diri dalam keadaan baik dan positif begitu sulit ketika pikiran negatif masih terus dipelihara.

Semakin banyak pikiran diisi dengan hal negatif maka akan membuat jiwa kondisinya semakin kronis, dirinya akan sangat kesulitan untuk melakukan hal-hal yang baik dan berguna.

Sebaliknya, hal-hal buruk akan berlomba-lomba untuk mendatangi dirinya, alhasil dirinya akan banyak memiliki prilaku dan sifat yang buruk, termasuk salah satunya sifat suka mengeluh ini yang membuat dirinya tidak memiliki motivasi untuk berusaha.

Oleh karena itu, jiwa yang suka mengeluh bisa diatasi dengan membuang berbagai pikiran dan sifat yang buruk di dalam jiwa, kemudian tanamkan berbagai hal-hal yang baik dan berguna di dalam diri.

Contohnya, hal yang baik seperti bangun di pagi hari, dan hal yang buruk adalah bangun di siang hari.

Hal ini tentunya sudah umum diketahui, bahwa bangun pagi sangat baik untuk kesehatan dan produktifitas kerja.

Apabila Anda selama ini orang yang suka bangun siang, maka mulailah dari sekarang agar Anda terbiasa bangun pagi, usahakan bangun sebelum jam 5 pagi.

Dengan membiasakan rajin bangun pagi, maka hal ini bisa membantu menghilangkan sedikit demi sedikit rasa suka mengeluh Anda.

Hal lainnya, menunda mengerjakan tugas adalah hal yang buruk, maka hal yang baik adalah segera mengerjakan tugas pada waktunya.

Dengan berusaha menghindari kebiasaan menunda pekerjaan, maka berarti Anda juga telah berusaha untuk mengikis perasaan suka mengeluh.

2. Jangan Hanya Melihat Keatas, Tapi Juga Melihat ke Bawah

Orang Miskin di Suatu Negara
Orang Miskin di Suatu Negara | Sumber gambar: Pixabay.com

Hentikan membanding-bandingkan diri dengan orang lain jika tak ada gunanya, jangan suka membandingkan diri Anda dengan orang-orang yang mungkin hidupnya lebih kaya, dll...

...karena hal ini bisa membuat Anda “patah hati” sehingga Anda bisa menjadi orang yang suka mengeluh.

Anda perlu sering-sering melihat orang yang di bawah, sehingga Anda akhirnya bisa menyadari betapa bahagia dan beruntungnya Anda, karena begitu banyak orang yang hidupnya jauh lebih susah dari Anda.

Ketika Anda mengerjakan tugas sekolah / kuliah yang seabrek, maka tugas menumpuk ini membuat Anda pusing tujuh keliling.

Maka ingatlah, bahwa ada banyak orang yang seumuran atau bahkan lebih kecil umurnya dari Anda di wilayah pedalaman sana, yang untuk pergi sekolah saja harus berjalan kaki selama dua jam.

Melihat ke bawah sangat penting agar kita bisa merasa bahagia dengan apa yang telah dimiliki.

Adapun melihat keatas dilakukan jika Anda sedang ingin memacu diri sehigga menimbulkan semangat untuk berusaha menggapai sesuatu yang telah dimiliki orang lain tersebut.

Dengan melihat kebawah maka Anda bisa menjadi lebih bahagia dan tidak mengeluh. Lihatlah betapa banyak orang yang hidupnya kurang beruntung dibandingkan diri Anda.

Ada banyak sekali orang yang hidupnya lebih sulit, lebih banyak musibahnya, lebih miskin, dan lebih menderita, tetapi mereka tetap bisa menjalankan hidup dengan apang dada.

Berbahagialah ketika Anda masih bisa melihat, masih bisa makan, masih bisa berjalan, tubuh dalam kondisi sehat, dan memiliki rumah. Betapa banyak orang yang tidak memiliki hal tersebut secara lengkap.

Ketika Anda bekerja, mungkin Anda merasa perkerjaan begitu berat dan menjenuhkan. Ingatlah, di negeri ini masih sangat banyak orang yang mengucurkan keringat pagi dan malam, untuk memperoleh upah yang hanya cukup untuk mengisi perut mereka sehari itu saja.

“Lihatlah orang yang berada di bawahmu dan jangan melihat orang yang berada di atasmu karena yang demikian itu lebih layak supaya kamu tidak meremehkan nikmat Allah kepadamu.” (HR. Bukhari dan Muslim)


3. Jaga Pergaulan Yang Baik
Dari penelitian yang dilakukan para ahli, menjelaskan sebuah kesimpulan bahwa perilaku manusia sangat dipengaruhi oleh kondisi lingkungannya.

Demikian juga dengan kondisi jiwa yang suka mengeluh, hal itu karena dirinya berada di tengah-tengah orang yag suka mengeluh.

Ingat dan renungkan, apakah orang-orang di sekitar Anda yang memicu timbulnya jiwa suka mengeluh pada diri Anda?

Oleh karena itu, usahakan untuk mendekati teman-teman yang memiliki jiwa kuat dan tidak mudah mengeluh. Kalau bisa mengobrol dengan orang-orang yang sudah sukses dalam usahanya karena mereka umumnya orang yang pantang semangat dan tidak suka mengeluh.

4. Hindari Jiwa yang Terlalu Perfeksionis
Perfeksionisme merupakan sikap kepribadian untuk mencapai kesempurnaan yang tinggi. Perfeksionis sebenarnya ada baiknya, namun jika sikap perfeksionis terlalu berlebihan dan lepas kontrol justru dapat mengakibatkan diri menjadi suka mengeluh.

Dimana dengan sikap perfeksionis yang ada di dalam jiwa, menyebabkan jiwa akan rentan untuk selalu mengalami ketidakpuasan.

Mematok kesempurnaan tinggi yang sulit dicapai bisa menjadi bumerang. Jika sering mengalami ketidakpuasan maka menyebabkan rasa mengeluh menjadi sering bermunculan. Hal ini tidak baik.

Rasa mengeluh bisa muncul ketika pencapaian hasil tidak sesuai dengan keinginan. Terlalu mengharapkan kesempurnaan dapat membuat seseorang kehilangan akal sehatnya, yang juga bisa memicu stres.

Dengan begitu, hendaknya menjadi orang yang berusaha dengan semampunya saja, jangan memaksakan sesuatu yang belum bisa dicapai. Penting untuk mengurangi sikap perfeksionis.

5. Bersyukur

Bahagia
Sumber gambar: Flickr.com

Rasa syukur ini adalah hal yang terpenting di dunia, yaitu bahagia dengan apa yang telah dikanuriakan Allah kepada dirinya. Oleh karena itu, saat timbul rasa mengeluh maka ingat-ingat atau tulis berbagai hal yang telah Anda miliki, yang membuat Anda nantinya bersyukur.

Bersyukur menjadi kunci yang utama agar Anda tidak lagi suka mengeluh. Kebiasaan mengeluh tidak akan bisa membuat kondisi menjadi lebih baik, justru akan menghabiskan energi serta memunculkan perasaan negatif yang membuat menderita.

Apabila Anda sering mengeluh karena pekerjaan Anda yang berat, maka Anda perlu tahu tentang jumlah pengangguran di negara Indonesia sekarang.

Berdasarkan data informasi bahwa hampir 60% orang yang berusia produktif untuk bekerja, ternyata tidak memiliki pekerjaan. Kalau begitu apa susahnya untuk bersyukurlah? Anda tinggal merenungkan hal-hal yang Anda miliki, yang banyak orang lain tidak memilikinya.

Anda masih memiliki pekerjaan dan penghasilan maka ini sangat patut disyukuri, yang membuat Anda tidak lagi menjadi orang yang suka mengeluh.

Para ahli psikologi mengungkapkan bahwa sikap bersyukur ini merupakan emosi yang tersehat. Oleh karena itu bersyukurlah atas pekerjaan yang Anda miliki, kesehatan Anda yang baik, keluarga Anda, dan berbagai hal lainnya untuk disyukuri.

Dengan bersyukur lebih banyak maka percayalah bahwa hidup Anda bisa menjadi lebih mudah dan Anda bisa lebih beruntung. Bahagia dengan apa yang telah dimliki maka akan mendatangkan kebahagiaan-kebahagiaan lainnya.

Janganlah selalu fokus melihat pada hal-hal yang terluputkan dari diri Anda, karena itu adalah awal kesengsaraan, dan membuat Anda sulit bersyukur dari apa-apa yang telah Anda miliki.

Kalau tidak merepotkan, cobalah untuk berjalan-jalan ke rumah sakit. Disana Anda akan melihat para pasien yang mengidap penyakit sangat parah, maka hal ini akan membuat Anda menjadi bisa menyukuri nikmat sehat yang telah dianugerahkan Allah.

Dalam hal bisnis, perlu diketahui bahwa orang seperti Bob Sadino ternyata pernah menjadi kuli bangunan, Steve Jobs pernah dipecat dari perusahaan tempatnya bekerja.

Sehebat apapun seseorang, mereka pasti pernah mengalami kegagalan, sebagai latihan bagi jiwa mereka agar terus berusaha semaksimal mungkin.

Kegagalan yang dialami tidak membuat mereka terpuruk dan patah semangat, malah kegagalan dijadikan sebagai pengalaman hidup dan juga sebagai latihan agar bisa memiliki jiwa pekerja keras.


6. Berpikiran Positif dan Berjiwa Optimis
Positive thinking adalah hal yang penting untuk diterapkan pada diri masing-masing orang. Cobalah melatih diri agar bisa memandang segala sesuatu dengan kaca mata yang baik, yang membuat Anda bisa selalu optimis pada setiap waktu.

Perbedaan antara  orang yang berpikiran positif dan orang yang berpikiran negatif adalah bagaimana mereka dalam menghadapi sebuah kondisi.

Orang yang pesimis dan berpikiran negatif akan memandang sebuah kejadian buruk sebagai sesuatu yang akan merusak semua sendi kehidupannya. Orang-orang berjiwa pesimis dan suka mengeluh sering mengatakan “Tak pernah ada hal bagus yang terjadi padaku”.

Ketika mengalami kejadian buruk maka menjadikan orang yang pesimis berkeyakinan bahwa dirinya korban ketidakberuntungan, sehingga mereka yang berpikir bahwa percuma saja untuk bangkit karena kesempatan untuk sukses sudah tidak ada.

Hal ini berbeda dengan seorang yang berjiwa optimis, yang memiliki kemampuan untuk mengisolasi hal-hal negatif. Sehingga sebuah kejadian buruk yang dialaminya tidak sampai merusak kehidupannya secara keseluruhan.

Orang-orang yang berjiwa optimis akan menganggap bahwa kegagalan hanya batu sandungan sesaat, kegagalan bukan sebuah kondisi yang permanen.

Mereka memahami bahwa ketika gagal bukan berarti pintu keberhasilan tertutup rapat, justru kegagalan ini dijadikan pelajaran agar mereka bisa lebih baik dibanding sebelumnya.

Hal inilah yang membuat orang-orang berjiwa optimis bisa tetap bersikap tenang dalam situasi buruk sekalipun.

Mereka mampu bertindak rasional, serta mengatasi berbagai permasalahan dengan kepala dingin dan obyektif. Sehingga mereka tidak mudah mengeluh ketika diterpa dengan berbagai masalah.

7. Lakukanlah Pekerjaan dengan Hati
Kerja keras dengan hati tidak akan pernah menghianati, nikmati setiap pekerjaan yang Anda jalani, hal ini bisa membantu Anda untuk lebih bersyukur dan terhindari dari sifat suka mengeluh.

Melakukan pekerjaan dengan hati, yaitu mencintai pekerjaan Anda sendiri, hal ini akan bisa membuat Anda lebih bahagia. Selain itu bekerja dengan hati bisa mendatangkan keberkahan dan energi positif di dalam tubuh.

8. Lakukan Terapi Tidak Mengeluh Selama 3 Hari
Lakukan sebuah terapi yaitu Anda diharuskan agar tidak mengeluh selama tiga hari terus-menerus. Butuh usaha keras memang untuk bisa berhenti dari sifat suka mengeluh ini, apalagi jika sudah terbiasa mengeluh.

Jalani terapi ini dengan sungguh-sungguh, sehingga jika Anda nantinya berhasil melewatinya, maka Anda memiliki modal yang sangat bagus agar bisa menghilangkan sifat suka mengeluh.

Jika Anda terjatuh dalam kesalahan (mengeluh), maka tetap kuatkan tekad agar Anda jangan sampai mengeluh lagi.

Mengeluh lebih baik dihindari, kecuali sesekali saja jika tujuannya memang jelas seperti untuk mencari solusi, dan keluhan hanya dilakukan pada orang yang bisa dipecaya saja.

9. Buka Lebar-lebar Wawasan
Bisa jadi keluhan yang muncul akibat dari kurangnya wawasan yang dimiliki, sebuah kesalahan jika hanya terpaku pada satu hal saja. Padahal ada banyak opsi yang bisa diambil, tapi dirinya hanya terpaku pada opsi yang buruk.

Cobalah untuk berpikir kreatif, buatlah berbagai macam ide, tambah wawasan dengan banyak membaca, Anda akan mengetahui banyak hal dengan rajin membaca.

Bertambahnya wawasan dan pengetahuan maka sangat bermanfaat agar mata Anda bisa lebih terbuka untuk bisa melihat segala hal dengan lebih matang dan bijak.


10. Jalani Sesuai dengan Kemampuan
Di dunia ini ada banyak sekali segala sesuatu yang tidak bisa kalian ubah atau kendalikan, sekeras apapun usaha yang dilakukan.

Anda tentunya tidak bisa mengubah kondisi cuaca ataupun keputusan final atasan. Sehingga janganlah memikirkan hal-hal yang diluar jangkauan Anda, yang justru bisa membuat Anda depresi.

11. Latihlah Diri untuk Beradaptasi dengan Baik
Yang namanya kehidupan akan mengalami perubahan, sehingga latihlah diri untuk bisa beradaptasi dengan baik terhadap berbagai perubahan, hal ini sangat penting agar Anda terbiasa dan agar Anda tidak mudah mengeluh. Berusahalah untuk selalu mencari sisi positif dari berbagai hal yang dialami

12. Berhenti Menghakimi Orang Lain Tanpa Alasan yang Jelas
Banyak orang yang menghakimi orang lain tanpa alasan, sehingga malah membuat kondisi semakin buruk. Orang yang terlalu mudah untuk menyalahkan orang lain mengindikasikan bahwa dirinya adalah seorang yang memiliki sifat suka mengeluh.

Jangan terlalu cepat menyalahkan orang lain, cobalah untuk memposisikan diri Anda pada posisi orang tersebut, sehingga nantinya Anda bisa memahami dengan baik tentang apa yang sebenarnya terjadi.

13. Minimalisir Stres yang Muncul
Seseorang mungkin suka mengeluh karena dirinya mengalami masalah stres yang muncul bertubi-tubi, sehingga untuk mengatasi maka perlu tempat untuk menenangkan diri.

Berhentilah sementara dari menjalankan tugas-tugas Anda yang berat, cari tempat yang bisa membuat Anda tenang, tariklah napas dalam-dalam beberapa kali untuk merilekskan jiwa, atau yang sangat bagus bacalah ayat-ayat suci Al Qur’an yang menenangkan hati.

Tidur dalam kondisi gelap gulita juga dapat sangat membantu untuk menghilangkan stres, secara umum tidur dalam kondisi gelap akan sangat menyehatkan tubuh.

14. Batasi Bicara
Apabila telah berusaha, akan tetapi Kita masih menemukan diri kita masih banyak mengeluh, kemungkinan pemicunya karena kita adalah orang yang terlalu banyak bicara, sehingga susah untuk diam.

Oleh karena itu berusahalah untuk menjaga lidah, jangan biarkan setan mengarahkan kita untuk mengatakan hal-hal yang buruk atau tidak berguna.

loading...

15. Carilah Solusi yang Bersifat Praktis

Mencari Solusi
Sumber gambar: Pixabay.com

Ini lebih baik dibandingkan hanya mengeluh tidak jelas, jauh lebih baik agar Anda memikirkan atau membicarakan solusi praktis atas situsai yang dialami.

Ingat dan yakinlah, bahwa segala masalah memiliki jalan keluar, mintalah dan berdoa kepada Allah agar dimudahkan dalam menemukan solusi permasalahan.

16. Menerima Kelemahan dan Memaksimalkan Kelebihan
Masing-masing manusia memiliki segala kelemahan dan kelebihannya. Dimana masing-masing manusia diberikan bakat dan talenta yang perlu digunakan dengan sebaik-baiknya, agar bisa menjalani kehidupan yang baik dan nyaman.

Oleh karena itu kelemahan-kelemahan yang ada pada diri tentunya jangan membuat kita rendah diri dan mengeluh. Setiap orang yang memiliki kelemahan, tentunya memiliki kelebihan pada sisi yang lainnya.

17. Jangan Suka Membandingkan Diri dengan Orang Lain
Kita tidak tahu, seperti apa hidup orang lain sebenarnya secara detail. Oleh karena itu hendaknya masing-masing orang fokus pada pengembangan dirinya sendiri, sehingga tidak perlu membanding-bandingkan diri dengan orang lain, karena dikhawatirkan bisa memunculkan rasa tidak bersyukur dan sifat suka mengeluh.

18. Jika pun Ingin Mengeluh, Maka Sampaikan pada Orang yang Terpecaya
Apabila Anda menyampaikan keluhan maka boleh sesekali, hanya saja sangat penting agar Anda mengeluhkan atau curhat pada orang-orang yang tepat, terpecaya dan bisa memberikan solusi.

Paparkan kondisi Anda secara jelas pada mereka, sehingga mereka benar-benar memahami kondisi Anda, apakah sedang marah, sedih, atau lainnya.

Anda boleh berkeluh kesah pada orang dekat, hanya saja keluh kesah yang disampaikan adalah hal yang penting, dan tidak berlebihan. Harapannya nantinya Anda bisa memperoleh pencerahan dari orang yang Anda curhati.

28 Cara Membangkitkan Semangat Kerja Anda

Terkadang muncul rasa jenuh dalam bekerja, hal seperti ini sebenarnya dialami oleh setiap orang. Melakukan pekerjaan yang sama dalam waktu lama akan memunculkan kejenuhan dan rasa tidak bersemangat.

Sehingga, motivasi kerja yang menurun dalam satu waktu bisa dibilang hal yang masih wajar dialami oleh orang-orang yang secara terus menerus memiliki rutinitas pekerjaan yang sama.

Selain itu, memang diakui terdapat berbagai hal yang bisa mengakibatkan hilangnya semangat dalam bekerja. Hal-hal seperti ini perlu diatasi dan diminimalisir dampak buruknya.

Semangat kerja yang lemah akan berdampak buruk pada produktifitas dan kualitas kerja, hal ini tentu tidak baik. Oleh karena itu meningkatkan semangat kerja adalah hal yang penting, agar seseorang bisa menggapai kesuksesan.

Semangat Kerja

Cara Meningkatkan Semangat Kerja

1. Jadilah Orang Yang Memiliki Kreativitas Tinggi
Kunci kesuksesan dan cara ampuh agar memiliki semangat kerja tinggi adalah dengan menjadi orang yang berkreatif tinggi.

Melatih diri agar bisa kreatif maka nantinya Anda bisa dengan mudah untuk memunculkan ide-ide cemerlang, yang nantinya bisa membuat semangat kerja Anda menjadi meningkat drastis.

Agar tidak jenuh dalam pekerjaan maka kondisikan agar Anda bisa selalu semangat, kretif-lah dalam memunculkan ide-ide di pekerjaan atau aktivitas Anda, sehingga Anda bisa menjadi lebih bersemangat karenanya.

Selain itu, pekerjaan yang Anda miliki jadikanlah sebagai tantangan bukan suatu beban. Dengan begitu, berusahalah agar menjadi orang yang super kreatif, maka Anda bisa selalu bergembira dalam bekerja dan beraktivitas.

Agar bisa menjadi orang kreatif, maka perbarui dan tingkatkan pengalaman Anda, serta tingkatkan kemampuan Anda agar selalu relevan dengan perubahan zaman.

Anda bisa sering-sering mengikuti kursus atau pelatihan bermanfaat. Pilihlah kursus yang sesuai dengan bidang Anda.

Hal-hal sederhana yang bisa membantu Anda agar bisa kreatif:
  • Meja kerja yang rapi.
  • Cobalah dalam menulis catatan dengan menggunakan spidol warna-warni, hal ini supaya pikiran tidak cepat jenuh dan agar mata tidak cepat lelah.
  • Buatlah atau tempelkan foto, motto atau hiasan di dinding yang dapat bermanfaat agar Anda lebih semangat dan percaya diri.
  • Buatlah perpustakaan mini di rumah, hal ini mungkin bisa menambah minat baca Anda, sehingga Anda nantinya memiliki wawasan luas.
  • Jadilah orang yang terbuka, sehingga Anda akan menjadi orang yang suka mempertimbangkan ide-ide baru dengan serius.
  • Biarkan ketika kritik menghujani Anda. Jadilah orang yang rendah hati dan belajar dari orang lain. Dengan menerima kritik, artinya hal ini bagus agar Anda bisa meningkatkan kualitas diri, serta mengatasi kesalahan-kesalahan selama ini.
  • Berkolaborasi-lah, dimana dengan mencoba bekerja sama dengan orang lain maka hal ini bisa meningkatkan skill dan pengalaman Anda. 
  • Jangan terlalu takut berbuat kesalahan. Hal itu karena ide baru dan kreatifitas terkadang keluar dari sebuah kesalahan.

Hal-hal lainnya yang perlu dilakukan, yaitu beristirahat sejenak ketika Anda merasa lelah dan jenuh. Anda jangan memaksakan diri mengerjakan tugas atau pekerjaan ketika pikiran sudah mumet dan sulit berkonsentrasi.

Beristirahat sejenak berguna agar pikiran bisa fresh, dan juga bisa membuat Anda bisa lebih kreatif ketika pikiran fresh.

2. Renungan Tentang Tujuan Anda bekerja
Ketika semangat kerja benar-benar lemah, maka cobalah merenungkan dan mengingat apa tujuan Anda bekerja. Jika Anda telah berkeluarga, tentunya tujuan utama dari lelahnya Anda dalam bekerja yaitu untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga dan membahagiakannya.

Sehingga selalu ingat hal ini, jangan kecewakan mereka dengan rasa malas Anda dalam bekerja. Anda harus memperlihatkan bahwa Anda semangat bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Sejauh mana semangat Anda, maka hal ini akan membekas di pikiran bawah sadar anggota keluarga Anda. Terutama Anak-anak yang menjadikan Anda sosok teladan.


3. Milikilah Target dalam Hidup dan Pekerjaan Anda
Dengan mempunyai target yang jelas dalam pekerjaan, maka hal ini menjadi pendorong bagi Anda agar bekerja dengan selalu semangat. Dengan adanya target maka Anda akan berusaha untuk mencapainya.

Namun, jangan juga membuat target yang muluk-muluk, tentunya target yang dibuat harus sesuai dengan kemampuan diri. Adanya target akan mengontrol diri Anda agar selalu semangat dalam bekerja.

Nah, setelah target berhasil tercapai, ternyata hal ini bisa membuat Anda menjadi lebih bersemangat lagi. Ingat, jangan buat target yang berlebihan atau di luar kemampuan.

4. Kondisikan Suasana Kerja Yang Menyenangkan
Memang, dunia kerja itu tidak seindah yang dibayangkan, dimana dalam satu hari berkisar antara 8 sampai 10 jam karyawan akan bergelut dengan berbagai macam tugas.

Suatu saat pasti para karyawan akan mulai merasakan kejenuhan, serta menyebabkan menurunnya semangat berkerja.

Tentunya kita sangat menginginkan semangat tinggi dan suasana yang nyaman di tempat kerja. Para pekerja sebenarnya ingin kondisi yang nyaman, menyenagkan, dan atasan membaur dengan bawahan dalam keadaan yang harmonis.

Sangat penting untuk membuat lingkungan kerja menjadi nyaman dan juga menyenangkan, kondisi tempat kerja yang baik akan bisa meningkatkan semangat kerja.

Sebagian karyawan terlalu menjaga bahasa dalam berkomunikasi agar kelihatan lebih profesional, yang tujuannya menurutnya adalah untuk menampilkan kewibawaan pada diri.

Namun, kondisi ini menjadi salah satu penyebab kekurangnyaman di lingkungan kerja, karena satu sama lain terlalu menjaga kewibawaan dalam berkomunikasi.

Hendaknya dalam berkomuninasi menggunakan bahasa yang ringan saja, yaitu berkomunikasi dengan rekan kerja menggunakan bahasa yang tidak terlalu formal.

Tentunya hal ini ditunjukan kepada rekan kerja yang jabatannya setara, serta sedikit disesuaikan dengan formalitas tempat bekerja. Dengan menggunakan bahasa yang tidak kaku, maka bisa membantu untuk membuat tempat kerja lebih nyaman.

Agar diri Anda bisa lebih nyaman di tempat kerja, maka biasakan untuk memperlakukan setiap orang dengan rasa hormat, dimana setiap orang yang bekerja bersama Anda berhak untuk memperoleh rasa hormat, termasuk ketika terjadi perbedaan pendapat.

Dengan rasa hormat dan menghargai ini, maka nantinya bisa terus berkembang menjadi hal yang positif, berupa rasa saling percaya antar sesama karyawan, hal ini akan membuat suasana kerja menjadi nyaman, sehingga membuat Anda bisa selalu semangat dalam bekerja.

5. Usahakan Bergaul dengan Orang atau Rekan Kerja yang Suka Bekerja Keras
Anda perlu berhati-hati dengan rekan kerja yang sering mengeluh dan permalas, karena sifat-sifat buruknya bisa saja menular pada diri Anda, sehingga hati-hati dalam memilih teman dekat.

Usahakan berkumpul dengan rekan kerja yang suka bekerja keras dan memiliki semagat tinggi, hal positif ini nantinya bisa mempengaruhi diri Anda.


6. Biasakan Jiwa Untuk Berpikir Positif
Usahakan untuk selalu berpikir dan bersikap positif dalam bekerja. Jangan rendah diri ketika melihat pegawai lain sukses, akan tetapi justru jadikan kesuksesan orang lain tesebut sebagai cambuk agar Anda lebih bersemangat dalam bekerja.

Berpikir positif sangat penting, sehingga jangan memikirkan hal-hal yang kurang penting bahkan hal yang bersikap negatif, sikapi segala hal dengan baik dan positif.

Hindari dari berlama-lama berkeluh kesah, mengisolasi diri, dan hal-hal lainnya yang membuat semangat kerja Anda meredup.

Apapun keadaannya dan bagaimanapun situasinya, sebenarnya ada saja jalan keluar untuk mengatasi masalah, hanya saja umumnya orang sangat lemah dalam berusaha, termasuk malas berpikir dan bekerja. Oleh karena itu, hindari menajdi orang yang suka larut dalam perasaan dan emosi.

Orang yang terbiasa pikirannya diisi dengan hal-hal positif, umumnya akan memiliki semangat kerja yang tinggi. Bahkan jika muncul hambatan, justru semangatnya menjadi lebih tinggi.

Hal ini berbeda dengan sebagian orang yang baru menemui gangguan sedikit saja, tetapi sudah patah semangat.

7. Permudah Pekerjaan Anda
Kondisikan agar pekerjaan sesulit apapun namun dirasakan mudah untuk dikerjakan. Dimana seringkali ketika melihat suatu tugas atau pekerjaan yang berat menyebabkan down dan semangat memudar.

Anda perlu mengkondisikan agar pekerjaan bisa menjadi lebih mudah dikerjakan. Seperti dengan membagi tugas besar tersebut menjadi ke dalam bagian tugas-tugas kecil, sehingga nantinya bisa terasa lebih ringan dikerjakan, dan Anda tidak lagi down ketika menghadapi tugas besar dan sulit.

Anda perlu berpikir untuk mengkondisikan pekerjaan Anda menjadi lebih baik dan juga nyaman, yang intinya bisa membuat semangat kerja Anda selalu tinggi dalam bekerja. Semangat kerja yang tinggi akan menghasilkan kualitas dan prduktifitas kerja yang tinggi juga.

8. Miliki Motivasi Dan Prinsip Kokoh 
Masukan ke dalam pikiran Anda bahwa kerja bukanlah beban, jadikan kerja sebagai hobi yang menyenangkan. Sehingga maksudnya adalah cintai pekerjaan yang anda tekuni, jangan dijadikan beban. Sehingga nantinya Anda akan menjalani pekerjaan dengan semangat.

Miliki juga motivasi dalam bekerja, misalnya Anda ingin membeli produk laptop, maka Anda akan memulai untuk menyisihkan gaji setiap bulang untuk membeli laptop.

Hal ini akan membuat Anda menjadi bersemangat dalam bekerja, karena memiliki tujuan yang sangat jelas. Dalam bekerja, milikilah rencana dan tujuan yang jelas, yang dengan begitu motivasi kerja bisa muncul.

9. Sisihkan Waktu Untuk Hiburan
Kejenuhan bisa dihilangkan dengan beristirahat dan melakukan aktivitas yang menghibur. Di kantor biasanya terdapat jatah cuti dalam setiap tahunnya, maka manfaatkan jatah cuti Anda tersebut untuk merefeshing pikiran. Yang nantinya semangat kerja akan kembali muncul.

10. Hindari Mengeluh
Perlu diwaspadai karena sifat suka mengeluh ini bisa menular, sehingga hal ini bisa menyebabkan kondisi pekerjaan di kantor akam semakin buruk.

Apabila Anda tidak mampu mengungkapkan pernyataan yang konstruktif tentang suatu permasalah kerja, maka lebih baik diam.

Hindari perasaan mengeluh ini karena hasilnya hanya membuat keadaan seseorang menjadi lebih terpuruk. Mengeluh inilah yang akhirnya membuat semangat kerja menjadi drop.

Yang perlu dilakukan hendaknya membiasakan diri untuk memasang wajah yang cerah dan penuh senyum ketika menghapi berbagai tantangan pekerjaan.

Selain itu hiasi diri dengan penuh rasa optimisme. Hal ini nantinya bisa bermanfaat untuk karir dan reputasi pekerjaan Anda agar meningkat.


11. Lakukan Hal Apapun yang Bia Membuat Anda Bersemangat
Ketika Anda mulai merasakan lelah dan pikiran yang jenuh di kantor, maka Anda bisa melakukan sesuatu yang nantinya bisa membuat Anda merasa senang. Hal seperti ini tampaknya harus dilakukan berulangkali setiap rasa jenuh muncul, sehingga nantinya Anda bisa terus selalu bersemangat bekerja.

12. Kunjungi Tempat Yang Bisa Membuat Anda Tenang
Begitu banyak tempat yang dapat Anda kunjungi ketika jiwa sudah merasa jenuh, sehingga nantinya anda bisa kembeli fit, pikiran fresh dan semangat Anda tinggi kembali.

Disarankan agar Anda menyempatkan waktu pergi ke tempat yang hijau, seperti di desa, pegunungan, taman kota dan berbagai tempat hijau lainnya.

Atau Anda juga bisa melakukan olahraga di tempat terbuka yang memiliki susana tenang, sehingga nantinya membuat diri Anda bisa berolahraga dengan nyaman, semangat kerja pun kembali tumbuh.

13. Berkumpul Bersama Orang-orang Menyenangkan di Kantor
Ketika Anda dalam kondisi jenuh dan tidak bersemangat, maka cobalah untuk bergabung dengan orang-orang yang ramah dan bisa menghibur Anda di kantor. Dengan begitu, Anda bisa lebih santai saat bersama mereka, Anda pun bisa merasa lebih baik sehingga nantinya semangat kerja dihadapkan bisa muncul kembali.

14. Jaga Komunikasi yang Baik dengan Rekan Kerja
Menjaga lingkungan kerja agar kondisinya harmonis dan kondusif, hal ini sangat penting agar menjadikan Anda nyaman dalam bekerja, serta bisa lebih bersemangat.

Jalin komunikasi yang baik dengan rekan kerja dan atasan. Selain itu, hindari terlalu memaksakan kehendak diri sendiri, sangat penting untuk menghargai semua orang yang ada di sekitar Anda.

15. Pikirkan Hal Menyenangkan dari Pekerjaan Anda
Ingat-ingat kembali hal-hal menyenangkan yang Anda peroleh selama menjalani pekerjaan ini. Sehingga hal ini bisa menjadi motivasi agar bisa kembali bersemangat dalam bekerja. Walaupun pekerjaan Anda mungkin menjenuhkan, namun tentu ada beberapa hal yang menyenangkan di dalamnya. Intinya, usahakan untuk mencari cara agar Anda bisa menjalani pekerjaan dengan senang dan bahagia.

16. Contoh Rekan Kerja Anda yang Sangat Mencintai Pekerjaannya
Di antara rekan kerja Anda, dekati orang-orang yang terlihat sangat mencintai pekerjaan dan tetap bersemangat, memperhatikan dan berusaha mencontoh bisa memberikan efek semangat bagi diri Anda. Anda perlu memperhatikan cara mereka dalam mengatasi beban pekerjaan yang begitu berat.

Sehingga manfaatkan keberadaan orang-oang rajin di sekitar Anda tersebut sebagai inspirasi dan penambah motivasi bagi diri Anda.

17. Rencanakan Masa Depan Anda
Ketika megalami saat-saat yang menjenuhkan, maka daripada bengong, cobalah menata kembali rencana masa depan Anda. Dengan memiliki rencana masa depan seperti ini, bisa menjadi penambah motivasi bagi diri Anda dalam bekerja.

18. Beri Waktu Bagi Diri Anda Untuk Rileks
Ketika kondisi pikiran sangat mumet atau jenuh, maka cobalah mengambil waktu istirahat agar membuat Anda bisa menjadi rileks. Hal ini penting agar bisa mengembalikan kondisi pikiran agar fresh, serta juga memunculkan kembali rasa semangat di dalam diri.

19. Berolahraga di Pagi Hari atau Setelah Pulang dari Kantor
Mangaat berolahraga selain sehat bagi tubuh, juga bermanfaat untuk menstabilkan emosi jiwa. Olahraga bisa bermanfaat untuk menghiangkan stres dan pikiran yang penat. Rutin berolahraga juga  membuat Anda bisa selalu bersemangat dalam bekerja.

20. Hindari Menjadi Orang yang Terlalu Takut salah
Perasaan takut salah atau takut gagal sehingga tidak berani untuk mencoba, merupakan hal buruk. Rasa takut seperti ini akan membunuh fighting spirit kita, sehingga semangat pun menjadi lemah karenanya. Hendaknya Anda memupuk jiwa yang berani, yang bisa membuat Anda menjadi sosok yang bersemangat.

21. Bangun Lebih Pagi
Sebagian orang sangat suka bangun lebih pagi yaitu waktu subuh, hal ini bagus sekali. Akan tetapi pada sebagian orang lainnya mengalami kesulitan bangun pagi. Dengan tidur lebih awal maka berguna agar Anda bisa bangun lebih pagi.

Bangun pagi sangat bermanfaat, yaitu membuat tubuh sehat, bergairah, semangat, pikiran fresh, mendapatkan udara segar, dan mencegah Anda berangkat kerja terburu-buru karena telat. Berangkat berburu-buru bisa menyebabkan bad mood, yang bisa menghancurkan semangat kerja Anda.

22. Lakukan Hobi-hobi Anda
Dengan memiliki hobi, nantinya bisa Anda salurkan ketika muncul rasa jenuh karena pekerjaan yang menumpuk. Lakukanlah hobi yang anda sukai, seperti travelling, memasak, membaca, dan banyak lainnya. Setelah melakukan hobi yang Anda sukai, maka biasanya bisa menumbuhkan kembali rasa semangat.

23. Pastikan Kecukupan dan Kualitas Tidur Terpenuhi
Pastikan tidur yang cukup dan berkualitas, hendakyna tidur tidak kurang dari enam jam, sehingga anda terhindar dari kelelahan yang mengakibatkan semangat kerja hilang.

Kurang tidur pada malam hari mengakibatkan Anda di keesokan harinya akan sangat merasakan kelelahan dan juga tidak bersemangat.

 Selain itu, untuk memperoleh tidur yang berkualitas maka pastikan Anda tidur dalam kondisi gelap gulita, matikan lampu di dalam rungan kamar tidur Anda.

24. Biasakan Sarapan Pagi
Usahakan agar sebelum berangkat bekerja untuk melakukan sarapan, disinilah pentingnya bagun lebih pagi, agar Anda bisa sarapan dengan tenang, dan juga berangkat denga tenang.

Manfaat sarapan ini agar Anda bisa memiliki energi melimpah dan semangat tinggi dalam menjalani aktivitas atau pekerjaan.

25. Cintai Pekerjaan Anda
Ini harus Anda ingat selalu, bahwa dengan mencintai pekerjaan Anda sendiri maka Anda bisa menikmati saat-saat Anda bekerja, janganlah Anda membenci pekerjaan Anda sendiri.

Jadikan diri Anda dalam melakukan pekerjaan dengan senang hati. Menikmati pekerjaan yang dijalani akan membuat timbulnya semangat bekerja.

26. Ketahui Hal yang Membuat Anda Bosan
Anda bisa membuat daftar tentang apa saja yang menyebabkan Anda menjadi bosan. Hal ini dilakukan untuk mengetahui penyebab dibalik timbulnya rasa bosan dan tidak semangat.

Catat berbagai hal yang menyebabkan timbulnya rasa tidak nyaman dan bosan saat bekerja, sehingga nantinya Anda tinggal mencari cara untuk mengatasinya.

27. Bertanyalah Pada Senior Anda
Di tempat bekerja tentunya Anda mempunyai seorang senior yang telah lebih dulu bekerja dan memiliki pengalaman bekerja yang lebih banyak. Cobalah bertanya pada dirinya, bagaimana ia bisa mengatasi masalah yang sama dengan yang Anda alami.

28. Renungkan!! Kalau Tak Bekerja, Mau Ngapain?
Tentunya bekerja sangat penting, selain untuk memperoleh penghasilan juga agar Anda bisa mengisi waktu Anda. Tentunya kita akan bingung sendiri jika tidak bekerja, apakah hanya bengong saja di depan TV terus-terusan?

20 Cara Manajemen Waktu Yang Efektif (Agar Memiliki Produktifitas Tinggi)

Seringkali waktu 24 jam yang dimiliki dirasa sangat kurang, banyak berbagai aktivitas dan pekerjaan yang belum terselesaikan.

Munculnya permasalahan ini sebenarnya bukan pada terbatasnya waktu, akan tetapi cara mengelola waktu yang kurang bijak atau kurang baik.

Memanfaatkan waktu dengan baik itu sangat penting, sehingga waktu Anda tidak terbuang sia-sia karenanya.

Perbedaan antara orang sukses dan gagal umumnya terletak pada cara mereka mengatur waktu. Dimana 1 hari terdiri dari 24 jam, yang setara dengan 1440 menit atau 86.400 detik.

Manfaatkan dengan baik pada detik-detik yang berlalu. Oleh karena itu milikilah kemampuan cara mengatur waktu yang baik dan efisien.

Cara Manajemen Waktu Yang Efektif

Cara Manajemen Waktu Yang Efektif

1. Buang Sifat Suka Menunda-nunda
Salah satu kebiasaan yang harus dienyahkan yaitu suka menunda-nunda, karena bisa membuat Anda menjadi tidak produktif, serta kebiasaan buruk ini dapat menyebabkan hari-hari Anda berantakan, serta dapat mencegah Anda untuk sukses dalam segala hal.

Memang dibutuhkan usaha yang lebih agar bisa selalu memulai pekerjaan dengan tepat waktu dan menjaga fokus sampai pekerjaan akhirnya selesai. Menunda pekerjaan karena berbagai alasan seringkali menjadi penghalang orang-orang untuk bisa produktif.

Agar Anda tidak lagi suka menunda aktivitas / pekerjaan, maka milikilah tujuan yang jelas dari aktivitas yang Anda lakukan. Dimana salah satu penyebab dari kebiasaan menunda pekerjaan adalah tidak adanya tujuan yang jelas dari aktivitas yang akan dilakukan.

Dengan kata lain, dirinya tidak tahu tentang hasil atau manfaat nyata dari suatu aktivitas yang dilakukan, hal inilah yang menyebabkannya menjadi kurang termotivasi, sehingga dirinya hanya bersantai saja dan menunda-nunda pekerjaannya.

Untuk mengatasi masalah ini maka pastikan Anda memiliki konsep yang jelas tentang berbagai aktivitas atau pekerjaan yang dilakukan.

Perlu diketahui, bahwa kepuasan ketika berhasil menyelesaikan suatu tugas, maka akan membuat Anda menjadi memiliki semangat lebih untuk menyelesaikan tugas lainnya.

Selain itu, terlalu banyak informasi tidak berguna yang masuk ke dalam pikiran, dapat menyebabkan Anda kehilangan fokus, sehingga nantinya beresiko menunda pekerjaan.

Oleh karena itu, saat duduk di depan meja kerja, maka hindari yang namanya membuka Facebook, Twitter, dll untuk tujuan yang kurang jelas, buang segala hal yang bisa membuat pikiran dan fokus bekerja Anda terganggu.

Pilah-pilah informasi yang masuk, yang kategorinya berupa:
  • Informasi yang harus diperhatikan sekarang.
  • Informasi yang dapat diperhatikan nanti (ketika ada waktu luang).
  • Informasi yang tidak penting.

Perhatikan informasi yang masuk, dan pastikan bahwa Anda hanya akan mengolah informasi penting saja di pikiran. Hal ini agar fokus pekerjaan Anda tidak hilang.

Agar tidak membuang-buang waktu dan menunda pekerjaan, maka jangan terlena dengan terlalu menggampangkan setiap tugas yang ada.

“Gampang ini, kok!”, pikiran seperti itu akan membuat Anda terlena sehingga akan membuang-buang waktu, sampai tiba-tiba sisa waktu mengerjakan tugas hanya tinggal sedikit.

Agar tidak menunda-nunda maka paksa diri untuk mulai mengerjakan tugas. Dimana dalam suatu kondisi, hal tersulit bukanlah menyelesaikan tugas, namun justru memulainya.

Betapa sering para mahasiswa mengalami rasa malas ketika harus mulai mengerjakan sebuah paper kuliah. Namun, setelahnya dirinya justru menikmatinya saat di tengah proses pengerjaan tugas.

Memang, memulai pekerjaan terkadang tidak mudah, akan tetapi paksakan diri Anda untuk segera memulai saat ini juga.

2. Jangan Membuat Rumit Sesuatu
Jika diperhatikan pada orang-orang yang sukses dalam bisnisnya seperti Bill Gates (pemilik Microsoft) dan Mark Zunkenberg (pemilik Facebook), biasanya mereka dikenal dengan pakaian yang begitu-begitu saja.

Hal itu karena mereka memang tidak begitu berlama-lama mengurusi hal yang bukan pokok. Waktu dan tenaga mereka lebih diarahkan untuk mengurusi hal-hal yang penting.

Mereka tidak mengurusi seperti: nanti mau jajanan apa, dengerin musik apa, sikat gigi warna apa, dan hal-hal yang sepele lainnya. Pikiran mereka dioptimalkan untuk hal-hal yang penting.


3. Lakukan Aktivitas Sejak Pagi
Ketika melakukan aktivitas, maka mulailah sejak awal yaitu pagi hari, sehingga Anda akan menjadi orang yang benar-benar memanfaatkan waktu yang dimiliki dengan maksimal.

Hindari hanya bengong saja di pagi hari atau bahkan masih dalam kondisi tidur. Beraktivitas dengan rajin sejak pagi hari memberikan banyak sekali manfaat, yaitu:
  • Anda akan lebih produktivitas.
  • Tubuh akan lebih sehat.
  • Jiwa akan lebih ceria.
  • Anda akan lebih bersemangat dalam menjalankan banyak aktivitas seharian. 

Selain itu, pada sebuah studi di tahun 2011, yang dilakukan oleh pihak dari universitas Northwestern, menemukan bahwa bangun lebih pagi akan membuat seseorang lebih cenderung untuk memilih makanan yang sehat.

Selain itu, orang yang biasa bangun pagi memiliki tingkat BMI yang umumnya lebih rendah dibandingkan dengan orang-orang yang hampir selalu bangun siang, baik itu karena tidur larut malam atau begadang.

Orang yang bangun pagi juga akan bisa menghirup udara segar yang menyehatkan. Nantinya akan terdapat banyak hal yang bisa Anda lakukan dengan melakukan bangun pagi.

4. Buat Catatan Kegiatan Anda, Agar Nantinya Dianalisa
Dengan membaut catatan maka Anda nantinya bisa lebih rasional dalam mengatur waktu. Anda tinggal mencatat kegiatan-kegiatan apa saja yang telah dilakukan pada hari ini.

Lalu diurutkan dari kegiatan banyak paling banyak memakan waktu. Dengan begitu, nantinya Anda bisa melihat secara jelas, waktu yang Anda miliki digunakan untuk hal apa saja.

Lalu tinggal Anda evaluasi, dan akan diketahui bagaimana cara Anda menggunakan waktu. Apakah Anda sering menonton TV, bermain game, duduk santai, dan semacamnya.

Sehingga, Anda bisa merubah atau menghilangkan segala aktivitas yang tidak produktif, digantikan dengan aktivitas yang produktif.

Membuat catatan seperti ini juga berguna agar Anda bisa lebih realistis dan tepat dalam merencanakan jadwal harian.

5. Hilangkan Sifat Malas
Sifat malas ini akan menyebabkan Anda akan menyia-nyiakan waktu. Sifat malas ini akan menyebabkan kegagalan seseorang dalam menjalani kehidupan.

Anda harus menghilangkan sifat malas ini agar waktu yang Anda miliki menjadi tidak terbuang sia-sia. Dengan menjadi orang yang rajin maka Anda akan bisa memanfaatkan waktu Anda dengan efektif, untuk melakukan berbagai akivitas yang berguna.

Selain itu, pribadi yang rajin akan menjadi lebih energic, bersemangat, percaya diri, cerdas dan memiliki motivasi hidup yang tinggi.

Cara yang ampuh untuk menghilangkan sifat malas yang sudah mendarah daging, yaitu dengan mulai rutin melakukan olahraga.

Olahraga akan membuat tubuh menjadi aktif bergerak, jantung berdetak lebih cepat, serta akan meningkatkan produk hormon di dalam tubuh yang berfungsi untuk meningkatkan suasana hati.

Dengan berolahraga maka Anda akan menjadi lebih bersemangat, dengan begitu maka rasa malas-pun akan menjadi hilang.

Cara lainnya untuk menimbulkan semangat adalah dengan membasuh wajah, dengan membasuh wajah maka wajah akan menjadi segar, rasa kantuk menjadi berkurang atau hilang, dan pikiran menjadi lebih fresh.


6. Buatlah Prioritas Kegiatan
Selain harus aktif dan rajin, agar Anda bisa mengelola waktu dengan baik maka milikilah prioritas kegiatan.

Dari banyak kegiatan yang kemungkinan Anda kerjakan, maka urutkan kegiatan tersebut mulai dari:
  1. Penting yang mendesak
  2. Penting yang tidak mendesak
  3. Tidak Penting.

Nah, lakukan kegiatan dari yang terpenting serta mendesak untuk dilakukan saat ini juga, baru kemudian dikerjakan hal-hal yang bersifat penting yang tidak mendesak.

Jika Anda dihadapkan pada banyak opsi pilihan aktivitas, maka Anda perlu mengurutkan untuk mengerjakan hal yang paling penting dan urgent terlebih dahulu. Sehingga Anda nantinya memiliki kemampuan manajemen waktu yang sangat baik.

7. Manfaat Aplikasi Atau Buku Catatan 
Anda bisa memanfaatkan aplikasi smartphone ataupun buku catatan sebagai alat bantu dalam mengelola waktu. Manfaatkan buku notes agar bisa mengatur semua jadwal dengan mudah, atau bisa dalam bentuk aplikasi yang dapat didonwload di gadget.

Mencatat akan mempermudah Anda untuk terus mengetahui berbagai daftar kegiatan yang akan dikerjakan. Sehingga ini mencegah Anda untuk bengong saja atau membuang-buang waktu karena kebiangungan tidak ada aktivitas.

8. Rapikan Barang-barang Dapat Menghemat Waktu
Dengan merapikan barang-barang milik Anda, seperti buku, baju, kertas, dan pernak pernik lainnya maka hal ini berguna supaya Anda tidak kelimpungan saat memerlukannya. Betapa sering orang-orang menghabiskan waktu hanya untuk mencari kunci motor yang tidak ditemukan.

Tentunya jangan sampai waktu kita terbuang untuk hal-hal semacam itu. Merapihkan barang-barang pada tempatnya akan membantu Anda agar bisa mengelola waktu dengan efisien.

9. Hati-hati dengan Segala Distraksi yang Ada di Sekitar
Ketika sedang bekerja yang memerlukan konsentasi tinggi, maka usahakan untuk menjauhkan semua distraksi yang ada di sekitar. Jauhkan gadget, smartphone, Facebook, Twitter, dan hal-hal lainnya yang tidak urgent.

Hal ini perlu dilakukan agar Anda tidak terjerembab ke hal-hal yang bisa menghabiskan waktu Anda secara tidak sadar. Menjauhkan hal-hal yang kurang penting juga berguna agar Anda bisa tetep fokus dan konsentrasi saat bekerja.

10. Disiplin
Agar Anda bisa mengatur dan menjaga waktu Anda, maka bersikaplah disiplin dan tegas pada diri sendiri, hal ini bukan berarti mamaksakan diri mengerjakan sesuatu. Jika memang kondisi tubuh sakit tentunya harus istirahat, jangan dipaksakan bekerja.

Yang dimaksud adalah jangan malas bergerak dan menunda-nunda kegiatan, yang akhirnya akan menyebabkan pekerjaan menjadi menumpuk. Memiliki sifat disiplin yang kuat ini akan membuat Anda bisa melakukan manajemen waktu dengan baik.


11. Kondisikan Agar Anda Memiliki Akses Cepat Melihat Jam
Ini merupakan hal yang sederhana dan terkesan sepele, akan tetapi ternyata memberikan manfaat yang signifikan. Dengan memiliki akses cepat untuk melihat waktu, membuat Anda bisa dengan mudah mengetahui sekarang jam berapa.

Dengan melihat jam, maka akan menyadari sisa waktu Anda dalam mengerjakan sebuah tugas, sehingga Anda tidak terlena untuk berlambat-lambat dalam menuntaskan suatu tugas.

Melihat jam juga akan membuat Anda bisa menyadari berapa lama waktu yang dihabiskan untuk menyelesaikan sebuah pekerjaan. Hal ini membantu Anda agar bisa lebih efisien dalam mengatur waktu.

12. Atur Kegiatan dengan SMART 
Sebuah tips, rencanakan tugas yang paling sulit di awal pekan, hal ini berguna agar Anda nantinya bisa lebih ringan menjelang akhir minggu (sebelum akhir pekan).

Tugas yang berat, yang memiliki tingkat kesulitan paling tinggi serta banyak menguras pikiran dan tenaga, maka lebih baik dijadwalkan untuk dilakukan pada awal pekan (Senin atau Selasa).

Adapun tugas-tugas yang lebih lebih ringan dikerjakan pada pertengahan minggu atau mendekati akhir minggu (Kamis dan Jumat).

Mengapa begitu?

Setelah Anda berlibur di akhir pekan maka pikiran dan tenaga akan kembali fresh, saat kondisi prima ini maka manfaatkan untuk mengerjakan tugas terberat.

Dengan begitu, ketika masuk akhir pekan yang kondisi tubuh dan pikiran sudah mulai lelah, maka Anda hanya tinggal menyelesaikan tugas yang ringan-ringan.

13. Anda Bisa Membagi Tugas yang Panjang Dalam Bentuk Yang Kecil-kecil
Sebuah teknik agar Anda bisa tetap efektif dalam me-manajemen waktu, yaitu dengan memecah tugas-tugas yang besar atau panjang. Dimana melihat tugas yang berat dan sulit bisa membuat down.

Oleh karena itu, agar Anda tetap bisa semangat mengerjakannya, maka kerjakan tugas panjang ini sedikit demi sedikit.

Anda tidak perlu memaksakan tugas untuk selesai dalam jangka pendek, apalagi jika tugas tersebut memiliki tingkat kesulitan tinggi dan menjenuhkan.

Sehingga dengan teknik ini, Anda tetap bisa mengerjakan sebuah tugas yang besar, sulit dan menjenuhkan, hanya saja dilakukan dalam jangka panjang agar Anda terhindari dari rasa tertekan dan stres.

Sebagai contoh, Anda bisa meluangkan waktu 10, 30 atau 60 menit saja dalam sehari untuk mengerjakan sebuah tugas yang berat dan menjenuhkan.

Dengan teknik ini juga, Anda tidak lagi merasa down dan menunda mengerjakan pada setiap tugas berat yang muncul. Anda bisa mengerjakannya sedikit demi sedikit.

14. Hindari Perfeksionisme
Anda perlu menghindari perfeksionisme karena hal itu akan menghabiskan banyak waktu. Berkutat tanpa akhir hanya untuk mencari kesempurnaan pada hal-hal sepele, maka ini adalah buang-buang waktu.

Padahal, waktu Anda masih digunakan untuk melakukan hal-hal yang lebih berguna dan menyenangkan.

15. Manfaatkan Semaksimal Mungkin Saat-saat Anda Semangat
Merupakan hak yang wajar bahwa Anda tidak sama sepanjang waktu. Dimana ada suatu kondisi seseorang merasa semangat sehingga bisa lebih produktif, namun ada juga masa ketika rasa semangat tidak begitu muncul.

Sehingga, pada saat-saat atau waktu Anda sedang semangat maka manfaatkan sebaik mungkin untuk mengerjakan berbagai tugas yang ada.

Jangan sampai ketika tubuh sedang fit dan semangat juga tinggi, justru digunakan untuk hal-hal yang tidak penting seperti bermain game komputer, bersantai, dll.

16. Hindari Suasana Berkecamuk
Jangan membiarkan meja tulis Anda dipenuhi dengan kertas bertumpuk dan barang-barang lainnya yang banyak. Kondisi yang berantakan seperti ini akan dapat merusak pemandangan dan menghancurkan mood, sehingga performa kerja akan menurun.

Untuk bisa me-manajemen waktu dengan baik, maka kondisikan agar Anda memiliki performa kerja yang selalu tinggi pada setiap saat.

17. Tolak Hal yang Bisa Membahayakan Manajemen Waktu Anda
Anda jangan ragu untuk menolak ajakan orang lain yang bisa membuat pekerjaan Anda menjadi terbengkalai, baik itu teman, sahabat, dan sanak famili.

Anda jangan takut untuk menolak pada hal-hal yang bisa mengacaukan manajemen waktu anda. Apalagi jika ajakan dari mereka bukan hal yang urgent.

18. Gunakan Teknologi Pengingat
Dengan memanfaatkan teknologi pengingat, maka Anda nantinya bisa mengingat tugas atau tenggat waktu yang penting. Oleh karena itu, jika ada sebuah tugas atau jadwal penting maka pasang pengingatnya di smartphone Anda, sehingga Anda tercegah dari melupakan sesuatu yang penting.

19. Jangan Melakukan Multitasking, dan Fokus pada Tugas
Untuk bisa memanfaatkan waktu dengan maksimal maka fokuslah pada pekerjaan yang sedang dikerjakan. Hindari hal-hal yang bisa menganggu. Dengan fokus yang baik, maka Anda nantinya bisa lebih mudah dalam mengatur waktu.

Ketika fokus, maka pasang smartphone pada silent mode, sehingga Anda tidak terganggu ketika ada notifikasi yang masuk. Pasang logo “busy” pada aplikasi chatting sehingga Anda tidak akan dihubungi sementara waktu.

Selain itu hindari multitasking. Melakukan banyak hal dalam satu waktu bisa menyebabkan Anda tidak fokus pada pekerjaan utama. Sehingga pekerjaan yang dilakukan tidak akan optimal.

Jika sedang melakukan suatu kegiatan yang butuh konsentrasi tinggi, maka hindari melakukan yang namanya multitasking.

20. Biasakan Untuk Mengistirahatkan Pikiran Sejenak
Setelah menyelesaikan satu tugas pekerjaan, maka berikan kesempatan bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat. Tidak perlu lama-lama, cukup 10-15 menit saja, sehingga nantinya pikiran kembali fresh, dan kerja pun menjadi optimal dan cepat.

Manfaatkan waktu istirahat untuk menyegarkan pikiran, meregangkan otot badan yang kaku dan menghirup udara segar.

Kesuksesan bisa diraih ketika Anda mampu mengatur dengan baik waktu istirahat dan bekerja. Hal ini agar menghasilkan kerja yang maksimal dan berkualitas.